Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Aku Tak Paham Menungkapkan

Telah aku dengar akhir akhir ini betapa bahagianya kau dengan kekasihmu. Deretan foto mesra berdua menghiasi akun lini masa. Rentetan story menghiasi instagrammu tak kenal henti. Begitu indahnya kau pasang foto berdua dengan background dan penampilan rapi layaknya sudah siap kau dipinang dan di nafkahi. Betapa indah bahagiamu. Aku pengagum cerita indah calon keluarga kecilmu. Puluhan ucapan selamat dikolom komentar foto yang kau unggah membuatku iri, seakan kisah kita dahulu tlah hilang ditelan hati yang kini membuatmu riang. Aku hanya bisa menikmatinya, betapa banyak orang yang menyayangimu, bahkan komentar ku pun tenggelam oleh kepedulian orang orang sekitar. Aku tak pernah tahu cara mengungkapkan. Apakah aku harus mendoakanmu dengan sesuatu hal yang memojokkan dan menjelekkanmu di mata Tuhan. Aku rasa tidak. Sebab Tuhan tak pernah mengabulkan apa yang tidak baik untuk umatnya. Aku tak paham mengungkapkannya. Apa aku harus sedih? Apa aku harus bahagia? Entah. Jika ak...

Seduhan Air Mata

Dikala cinta sedang mekar mekarnya kau tak pernah disibukkan menyiramnya. Sosok pria yang jauh disana yang dulu pernah kau cintai mulai datang dan menceritakan kenang. Kenangan tentang bahagiamu dulu dengannya. Aku bisa apa? Aku yang tak pernah punya rasa cemburu karena kepercayaanku hanya bisa menjadi pendengar setia kisahmu. Pahamlah disini aku benar benar menangis akan kisahmu yang begitu romantis.  Apa kau tak pernah berpikir bagaimana perasaanku ketika kisahmu dengannya kau ukir. Tidak... Tidak.. Aku manusia tangguh. Tak akan menangis hanya karena kisahmu yang kini mulai kau seduh, kau seduh dengan air mata bahagia. Aku paham. Kau bercerita tanpa sedikitpun beban. Bagaimana juga dia pernah ada dalam perasaan. Mungkin kau masih menyimpan rasa dulu yg tak tersampaikan. Biarlah aku disini menikmati luka yang lebam di sudut harapan. Puaskan, bahagialah kau dengannya, reunilah dengan kenangan, asal kau tak bermain perasaan, aku bisa menerima dengan penuh kesakitan. Dima...

KAU DATANG DARI RASA YANG PERGI (ajari aku)

Manusia diciptakan menjadi tangguh. Mereka tak mudah larut dalam keterpurukan yang membuatnya rapuh. Jika hal yang membuatmu bertanya "aku ini manusia macam apa?" Hanya karena ketertinggalan hati, aku membenci tiap-tiap raga yang berusaha menghampiri. Banyak keentahan hinggap di sudut pusat saraf. Banyak kegundahan mencoba membuyarkan fokus pikiran. Mungkin ini semacam hipnotis. Intuisi dari luka dan duka masa lalu mampu membuatku hilang arah. Jatuh hati perihal mudah, jatuh cinta terlihat gampang, tapu untuk menerima seutuhnya aku masih terasa bimbang. Untuk mencintaimu seutuhnya aku masih tak bisa. Ribuan kenangan, jutaan memori tentangnya masih menghantui perasaan. Tuhan, jika aku harus membuka hati untuk cinta yang pasti, berikan aku sesosok raga yang mampu menaungi hampa, merubah bukan mengatur, mampu berjalan seiringan bukan menarikku tak berkeinginan. Jika ia adalah yang Kau kirimkan untukku, jika semesta yang mempertemukannya. Aku siap perihal resiko yang akan ku ...

R I A N G

Aku kurang tahu definisi bahagia seperti apa? Terpenting apa yang aku jalani sudah sesuai dengan kemauan hati. Segala sesuatu hal yang kita lakukan jika sesuai dengan apa yang kita harap pasti menciptakan hangat seperti didekap. Mungkinkah ini bahagia? Semoga saja iya... Yang jelas saat ini aku sedang menemukan satu hal yang membuat abu-abuku menjadi istimewa, seperti bunga di setiap bucket yang selama ini gersang hanya terisi busa yang makin lama makin usang. Kau warna, dari abu-abuku yang terlalu lama... Bagai bintang yang menghiasi langit malam, kau kembali setelah sekian lama mendung menutupi. Kau membiaskan cahaya pada pusat semesta. Dimana aku menjdi pengagummu, menjadi penghias atap berlindungku dari gelap. Kau bintang, sekian lama ku tunggu akhirnya datang... Ini bahagia, aku yakin iya,.. Kau tetap warna, kau tetap indah... Kau tetap bintang, kau tetap benderang... Dan aku, Tetap abu-abu, tetap langit kelabu... wahyupdf | 090517

TEMU

Aku paham semesta tak pernah lelah berkonfrontasi semesta tak pernah berhenti berkonspirasi. Tuhan menjadi satu-satunya pemilik terimakasihku. Engkau berhasil mempertemukanku dengan dia, pusat semestaku. Ini adil, ditengah hati yang menggigil kau hadirkan sebuah sosok raga yang mampu membuatku mematahkan pemahaman bahwa malaikat tak selamanya bersayap. Kau mampu mengajariku mengeja lima huruf membentuk kata CINTA. Kau mampu meredakan resah dari hati yang tak kunjung berpindah berpindah darinya yang kini telah bahagia dan tak sedikitpun lelah. Sudah, cukup! Aku tak mau terlalu jauh membahasmu, karena mendengar namamu saja cukup membuatku gugup. Terpenting kemarin, saat ini dan untuk selamanya, tidak, tidak selamanya hanya cukup sepanjang usia, kau ada sesak memenuhi ruangan yang disebut hati. Aku tak mau terlalu jauh mengagungkanmu, karena cukup aku nikmati dengan mata terpejam, kau lebih harum dari aroma parfumku setiap pagi. Kau lebih legit dari kopi yang ku teguk dua kali sehari, ...

P E L I P U R

Gambar
Kadang lelah dengan seenaknya datang tanpa permisi. Menghujam raga tak kenal henti. Seperti hari ini lelah aktifitas seharian dengan sengajanya menemani raga tak bepengertian. Raga ini butuh sandaran. Hati tak diragukan lagi. Yang terpenting kali ini aku bisa menghibur diri. Berkumpul dengan teman, sahabat, keluarga mampu membuat lupa lelah yang melanda. Tawa, senyum hingga bercanda yang tak hayal menyakitkan pun berbuah senyum tanpa meninggalkan luka yang menyakitkan. Itulah sebenar-benarya teman, tak ada jarak, tak ada ego, pertengkaran besar pun akan menjadi sebuah lelucon ketika pertemuan. Teman, kau pelipur raga dari keresahan, dari kelelahan hati maupun tenaga yang terkuras seharian. Tetaplah di samping, jangan pernah berpaling, yakinkan apapun yang kau raih tak lepas dari dukungan teman yang tak butuh balas pamrih. Kelak kita akan berpindah dari permukaan bersama, mencari hal baru, melupakan haru yang bersemayam dalam kelambu. Jika aku terlalu jauh darimu, ingatkan aku bahwa ...

BIFURKASI

Pernahkah kalian terhantui berbagai kenangan di masa lalu. Pernahkah kau berfikir untuk melupakannya tapi semakin tak bisa kau dibuatnya? Aku pernah. Bahkan sering. Lagi dan lagi aku membahas tentang kenangan, tentang sebuah momen yang patut menggelantung di sudut sudut dinding pikiran. Kali ini perihal keresahan yanh muncul akibat terlalu dengan sadar mensepikan diri dari kerumunan. Bayangan indah tentang masa lalu yang membuat senyum ini goyah tak menentu mampu merebut kesepian hati yang tak kunjung berhenti. Aku sempat mengira ini nyata, seiring waktu menyapaku dengan kasarnya ini hanya lamunan semu tentangnya, tentang bahagia dengannnya, tentang cerita aku dan dia yang sudah berakhir ujungnya. Bukan ini bukan perkara susah move on seperti remajag kekinian menyebut demikian. Apakah ini delusi? Apapun kau menyebutnya, terang kenangan ini mampu menyisakan tawa sendiri di tepian rindu teramat pasti. Aku tak pernah berpikir untuk kembali, hanya saja kenangan ini tak mungkin bisa terga...

L U L U S

Gambar
Selamat atas kelulusanmu teman. Kau pemenang hari ini. Kau pada tahap fase paling bahagia. Tapi perlu kau ingat teman jangalah terlalu lama mendongak ke atas. Ini bukanlah akhir dari sebuah permainan yang kau tamatkan. Bersujudlah sejenak mengingatkanmu bahwa ini adalah nikmatNya. Jika kau sudah terlanjur corat-coret baju, konvoi dengan suara knalpot yang lebih nyaring dari suara Ibumu yang memotivasi belajarmu. Tak apalah. Kau masih mudah, itu juga pernah dilakukan orang-orang sebelummu. Tapi alangkah baiknya kau menumpahkan kebahgiaan dengan cara yang lebih bermanfaat. Selamat sekali lagi teman. Sekarang waktunya kau fokus berpikir mau jadi apa kamu kelak. Apapun yang kau lakukan setelah ini apakah engkau lanjut pendidikan yang lebih tinggi atau kau berwirausaha, yang terpenting kau harus bertanggungjawab atas apa yang kau pilih. Perihal resiko pasti ada. Apapun yang terjadi pilihan ada ditanganmu. Bukan di tangan orang lain. Semoga apa yang kau citakan mampu membuatmu beralih dar...