Aku Tak Paham Menungkapkan

Telah aku dengar akhir akhir ini betapa bahagianya kau dengan kekasihmu. Deretan foto mesra berdua menghiasi akun lini masa. Rentetan story menghiasi instagrammu tak kenal henti.

Begitu indahnya kau pasang foto berdua dengan background dan penampilan rapi layaknya sudah siap kau dipinang dan di nafkahi. Betapa indah bahagiamu. Aku pengagum cerita indah calon keluarga kecilmu.

Puluhan ucapan selamat dikolom komentar foto yang kau unggah membuatku iri, seakan kisah kita dahulu tlah hilang ditelan hati yang kini membuatmu riang. Aku hanya bisa menikmatinya, betapa banyak orang yang menyayangimu, bahkan komentar ku pun tenggelam oleh kepedulian orang orang sekitar.

Aku tak pernah tahu cara mengungkapkan. Apakah aku harus mendoakanmu dengan sesuatu hal yang memojokkan dan menjelekkanmu di mata Tuhan. Aku rasa tidak. Sebab Tuhan tak pernah mengabulkan apa yang tidak baik untuk umatnya.

Aku tak paham mengungkapkannya. Apa aku harus sedih? Apa aku harus bahagia? Entah. Jika aku punya kesempatan berbagi meja dengan cappucino di depanku beserta hazelnut dingin favoritmu. Aku hanya ingin mengatakan satu hal.

Perihal kisah kita dulu, aku paham kau telah melupakannya. Tapi kelak ketika kau dihujam akan kenangan tentang kita, jangan pernah menghubungiku kembali. Sebab, aku meyakini kenangan tak kan pernah tau kapan berakhirnya, tetapi hati lebih paham bagaimana mengikhlaskannya.

Aku harap kelak kau tak pernah benar benar ada di titik itu.
Dan, malam ini biarlah aku tetap menikmati kopi, sembari menikmati perayaan kepergianmu dilain hati.


wahyupdf | 280517

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK SKENARIO PEMATAH HATI

TEMU

PENGIRING SENJA