TEMU

Aku paham semesta tak pernah lelah berkonfrontasi semesta tak pernah berhenti berkonspirasi. Tuhan menjadi satu-satunya pemilik terimakasihku. Engkau berhasil mempertemukanku dengan dia, pusat semestaku.

Ini adil, ditengah hati yang menggigil kau hadirkan sebuah sosok raga yang mampu membuatku mematahkan pemahaman bahwa malaikat tak selamanya bersayap. Kau mampu mengajariku mengeja lima huruf membentuk kata CINTA. Kau mampu meredakan resah dari hati yang tak kunjung berpindah berpindah darinya yang kini telah bahagia dan tak sedikitpun lelah.

Sudah, cukup! Aku tak mau terlalu jauh membahasmu, karena mendengar namamu saja cukup membuatku gugup. Terpenting kemarin, saat ini dan untuk selamanya, tidak, tidak selamanya hanya cukup sepanjang usia, kau ada sesak memenuhi ruangan yang disebut hati.

Aku tak mau terlalu jauh mengagungkanmu, karena cukup aku nikmati dengan mata terpejam, kau lebih harum dari aroma parfumku setiap pagi. Kau lebih legit dari kopi yang ku teguk dua kali sehari, dan kau lebih indah dari senja yang kunikmati dipenghujung hari.

Terimakasih atas segala rasa. Denganmu, aku teramat bahagia.

wahyu.pdf | 080517

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK SKENARIO PEMATAH HATI

PENGIRING SENJA