HAYALAN TENTANG SENYUMAN

Sepertinya semesta selalu berpihak kepadaku, kita dipertemukan kembali seiring dengan kabar bahagiamu yang kau pamerkan seolah promo bulanan di minimarket sepanjang jalan.
Senyum yang selalu tersungging diwajahmu membuat perasaan tak menentu, kalut, kalang kabut aku dibuatnya. Aku membayangkan betapa mabuk kepayang pasanganmu tiap harinya, harus menerima hujaman senyum bahagia yang terlontar seolah menusuk ruang beripikir, hingga mungkin pasanganmu tak akan pernah tau bagaimana arti menyakiti, tak akan pernah menahu bagaimana definisi haru.

Betapa bahgia dirinya,

Betapa manis senyumnya,

Sedangkan aku di sini….

Menahan dengan segenap tenaga rasa yang tengah tenang bersemayam bersama senyummu yang termentahkan. Kau usik dengan sebuah kemesraan yang membuatku lebam.
Lebam,,
Perih melihat kenyataan yang tak selalu mengasyikkan.
Sesaat ku melihat kau bahagia bersamanya.
Hingga..
Rintihan senja mulai terdengar, megakhiri siang yang telah lelah bersinar.
Alunan lagu berhias senyummu mengalun merdu bergelayut dilamunan, mengirini tawa Sang Rasa di peraduan.
Apakah ini menandakan?
Bahwa bahu mulai lelah tuk bersandar  atau bangkit bergegas tuk ungkapak.

Aku siapa?

Dan kau tlah bahagia

Aku tak bisa membuatmu senyum lepas tinggalkan semua pahitnya ampas.

Aku tak bisa membuatmu merasakan manis, sampai kau lupa cara menangis.


Hingga akhirnya,

Apa arti itu semua?

Kalau hanya tertawa tanpa beban, yang membuatmu lupa akan senyuman dari Sang Tuan.
Mungkin ini hanya sesaat, dan aku mulai tersadar akan letih yang lelah tuk bersandar, berhenti menghapus setiap warna yang memudar.

Lalu, kenapa aku masih tetap tegar?

Berkawan kaki yang tiada letih tuk mengejar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK SKENARIO PEMATAH HATI

TEMU

PENGIRING SENJA