LOGIKA MENERKA

Pagi yang cerah tak seperti biasanya menghantarkan sudut ruang berpikir dipelataran logika
Jernih,,, bagai embun mengitari dedaunan
Berbuih,, bagai hati yang tak kunjung kudapatkan, Lagi, lagi-lagi tentangnya, bidadari terindah yang tercipta karena kehendakNya

Tak sedikitpun peluh lelah menghiasi dinding rona mata yang tiada lelah memandangnya
Hanya pandangan dari kejauhan yang mampu menghangatkan.
Semesta selalu tau bagaimana aku melangkah..
Semesta menaungi jejak kehidupan..
Bahkan,
Semesta selalu menerka apa yang belum aku rencanakan…

Mungkin,, hanya satu cara untuk menjamahmu dari kejauhan,,,
Jujur, ketika mulut tak mampu tuk mengungkapkan, ada perasaan berontak yang tak dapat dihentikan
Lelah, jelas!! Tak perlu ku katakan, seluruh dunia pun tahu hatiku selalu memelas
Mungkin hati ini tlah terkunci akan perasaan yang terlalu sering dihianati

Atau…

Sosok pangeran pendampingimu, bahagiakanmu, selalu ada untukmu yang membuka sebuah harapan semu….
Ahhhhh terlalu pecundang tuk ungkapkan rasa sayang, atau terlalu sakit rasanya penolakan
Suatu saat nanti akan tiba bagaimana rasa yang berkuasa, rasa sakit yang kau terima darinya
Akan membukakan surga bahagia bagiku tuk masuk dan berkuasa.
Saat ini hanya bisa menunggu, meski entah sampai kapan kan bertemu
Yang jelas, hati ini terjaga untukmu dan tak kan terjamah yang lain meskipun lebih baik darimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK SKENARIO PEMATAH HATI

TEMU

PENGIRING SENJA