PELEPASAN

Kita pernah berada dalam satu fase dimana perayaan meriah tentang kenyataan bahwa putih abu-abu menjadi busana terhebat kita. Mengawali dengan bangga atas sebuah pengakuan bahwa kita dipertemukan untuk menjadi teman, saling berjuang, melepas semua sedih sukar bersama.

Teman, kita dipertemukan bukan karena kebetulan, memang semesta berkehendak untuk kita saling berbagi pengalaman, berbagi cinta bahkan tangis keharuan. Kita adalah sekumpulan manusia tangguh, yang tak pernah gentar meski keringat deras menghiasi peluh. Kita pernah punya cinta, kita pernah punya rasa yang bernyawa.

Selepas ini intensitas sebuah pertemuan akan menjadi sebuah dinding besar yang menghalangi sebuah hubungan pertemanan. Teman, jika diantara kita nanti tak kau temui senyum diantara kami. Bukan kesombongan yang kita pelihara, melainkan haru diwajah kita yang tak mampu menggambarkan raut kebahgiaan. Akhirnya kita bertemu setelah sekian terpisahkan.

Untukmu, yang akan menjdi kenanganku, selamat jalan, semoga cita dan cinta tak patah di tengah jalan. Aku paham perihal pertemuan yang paling aku benci adalah melepaskan. Tapi ingatlah segala sesuatu yang bernilai lebih adalah sebuah perjalanan, bukan hasil tujuan.

Perjalanan adalah proses, proses adalah kenangan. Dan, hari ini aku tulis awal daei sebuah kenang yang kelak akan menjadi manis.

wahyu.pdf | 260417

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK SKENARIO PEMATAH HATI

TEMU

PENGIRING SENJA