SATU PEREMPUAN DI KEDAI KOPI

Apakah kau benar benar pecinta kopi? Apa pernah kopi di cangkirmu tak terseduh menjdi sempurna? Bahkan tak pernah terbaur air panas di dalamnya?
.
Aku pernah.
Ketika cangkir yang ku sediakan dengan racikan kopi bersanding dengan cangkir lain yang masih kosong tak terisi apapun, kau lebih memilih menuangkan air mendidihmu ke dalam cangkir lain. Kau memilihnya, yang jelas jelas belum siap tak ada apapun untuk dinikmati di dalamnya.
.
Cinta memang lucu, ketika kau sudah siap segalanya, dengan apa apa yang kamu punya yang kamu miliki, belum tentu membuahkan bahagia pada hatinya yang kau damba, dia lebih memilih orang lain, menunggunya yang entah kapan siap membhagiakanmu...
.
Memang sebagai wanita kau berhak memilih, kau lebih tahu bagaimana definisi bahagia untuk hidupmu, kau tak mau memaksakan kehendak, sebab cinta tidak melulu tentang kemapanan sesorang apalagi dalam hal materi, cinta juga butuh rasa, butuh raga yang sama sama siap, dan saling butuh keduanya. Cinta tak bisa dipaksa, tapi cinta tak pernah menolak untuk diperjuangkannya...
.
Terimakasih atas segala kenang, biar malam ini yang menelannya seiring dengan air mata yang menggenang.

wahyu.pdf | 170417

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DI BALIK SKENARIO PEMATAH HATI

TEMU

PENGIRING SENJA