TAK SEPATUTNYA DILUPAKAN
Pada setiap senja pengiring beberapa perayaan setiap patahan dari hati yang mulai bangkit perlahan...
Aku bingung...
Kenapa setiap senja menjadi sebuah pengingat kenangan yang begitu kuat. Entah kenapa awan berpendar warna oranye keemasan yang berbaur dengan gelap selalu mampu mengusik ingatan yang tak pernah pantas untuk dikenang.
Sore ini, bersama dengan peluh lelah aktivitas seharian rasanya luluh lantak terserang olehnya. Sebuah usaha melupakan dengan segala riuh kerja seharian rasanya lebur begitu saja.
Tuhan...
Kau menciptakan senja dengan sangat begitu indahnya, begitu pula kau tancapkan luka untuk hati di tiap-tiap manusia dengan begitu istimewanya.
Aku tak pernah mengutuk diriku sendiri akan kenangan yang tiba-tiba muncul dengan begitu menyakiti. Aku tak pernah berharap kenangan ini hilang. Sebab, sebuah kenangan pada hakikatnya tak perlu dilupakan. Namanya saja kenangan, pastinya harus tetap teringat.
Jadi, jika kau pernah berusaha mati-matian untuk melupakan sebuah kenangan, sejujurnya itu hanya hal yang sia-sia. Sebab, cara melupakan kenangan,,,
Ehh bukan...
Bukan melupakan...
Kita tak perlu melupakannya untuk membuat kenangan itu tertutup, kita hanya perlu menciptakan sebuah kenangan baru yang jauh lebih indah dari kenangan yanh lalu...
Apalagi perihal beberapa pertanyaan dari teman-teman. "Bagaimana sih cara melupakan mantan?"
Peecayalah, bahwa sesungguhnya mantan tak perlu dilupakan, sebab sebagaimanapun dia menyakiti kita, dia pernah mengukir indah, melukiskan kenangan yang begitu menawan. Kita hanya perlu menemukan raga baru, hati baru juga.
Kenangan baru untuk menggulung sisa-sisa kenangan yang telah lalu. Karena bagaimanapun kenangan akan selamanya menjadi kenangan, jangan pernah sekali-kali mencoba untuk melupakan. Biarkan semesta membawanya menua seiring ia juga terbawa usia.
Sebab, kenangan tak akan pernah terlupakan, kenangan seperti semesta, akan terus menua dan tak pernah tahu kapan berakhirnya.
wahyu.pdf | 210417
Komentar
Posting Komentar